Detail Cantuman Kembali

XML

pemanfaatan glass wool sebagai campuran polyurethanepada insulasi palka kapal ikan tradisional


Hasil tangkapan laut sangatlah penting untuk kebutuhan pangan, salah satunya adalah ikan. Untuk memastikan ikan yang dapat dikonsumsi adalah ikan yang harus segar. Ikan segar ini menentukan segi kualitas ikan. Baik atau buruknya kualitas ikan itu sendiri tergantung dari faktor pendinginannya. Oleh karena itu agar kualitas ikan baik, maka perlu mendapatkan penangan yang baik dalam proses pendinginannya. Kesalahan dalam penanganan akan berakibat pada penghasilan nelayan tradisional. Salah satu inovasi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penggabungan es basah sebagai pendinginan ikan, campuran glass wool dan polyurethane untuk isolasi media pendingin. Glass wool merupakan bahan isolasi termal yang baik memiliki daya konduksi yang sangat rendah serta memiliki sifat fleksibel. Sedangkan polyurethane merupakan bahan isolasi yang memiliki kinerja tinggi, sifat mekanik yang baik dan adhesi yang sangat baik untuk mengikat bahan lainnya. Pada penelitian ini, dilakukan uji konduktivitas termal bahan pada campuran glass wool dan polyurethane dengan variasi komposit polyurethane 100 %, 90 %, 80 %, dan 70 %. Dari keempat campuran tersebut dipilih salah satu varian yang memiliki banyak keunggulan dari segi pendinginannya. Komposit 70 % polyurethane dan 30 % glass wool memiliki konduktivutas termal sebesar 0,0442 W/m°C dan mampu mempertahankan 2 kg es hingga mencair sempurna pada jam ke 34. Keuntungan secara ekonomis pengaplikasian komposit dalam pembuatan insulasi palka dengan volume 4,8 m³ didapatkan sebesar Rp. 4.660.000 dibandingkan dengan pembuatan insulasi 100 % polyurethane pada volume yang sama.
Tri Mardianto - Personal Name
Urip Prayogi, S.T., M.T. - Personal Name
622.18.14 Tri p
NONE
Text
Indonesia
Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah
2018
Surabaya
vii, 63 p. : ill. ; 29 cm.
Skripsi
LOADING LIST...
LOADING LIST...